IPAL Gedung Kantor ( Office ) – Septic Tank

ipal

Gedung kantor merupakan tempat dimana khalayak ramai melakukan aktivitas bekerja, waktu yang dihabiskan pada gedung kantor juga cukup lama sekitar 5-7 jam perharinya dan menghasilkan air limbah baik dari wc maupun dapur layaknya rumah. Baik kantor ukuran kecil ( small office ) maupun kantor yang besar ( front office ).

Gedung kantor juga dituntut ambil andil dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, karena pencemaran air pada saat ini sudah berada dilevel yang cukup serius. Syarat mendirikan gedung kantor juga harus memenuhi AMDAL dan tentunya harus memiliki pengolahan limbah minimal punya sistem septic tank untuk mengolah limbahnya.

Untuk mengolah limbah yang dihasilkan gedung kantor dapat dilakukan dengan proses anaerobik yang sederhana atau sistem up flow. Teknologi ini dapat diterapkan dengan mudah dan dengan biaya operasionalnya juga murah.

Pengolahan limbah kantor ini juga tidak bisa asal-asalan seperti penggunaan septic tank konvensional yang hanya menampung saja, tetapi dibutuhkan IPAL yang mampu mengolah limbah menjadi ramah lingkungan dan layak buang serta tidak membuat pencemaran air disekitar.

PT. Surya Utama Fibertek memproduksi IPAL / Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah limbah domestik menjadi ramah lingkungan dan layak buang. IPAL yang kami produksi tidak membutuhkan lahan yang luas serta biayanya juga murah, sehingga dapat membantu pengembang maupun pemilik kantor untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan.stp biotech

ipal

Pembuatan IPAL Hotel – Penginapan Villa

ipal hotel

Hotel dan penginapan lainnya seperti Villa merupakan jenis jaya yang menyediakan layanan penginapan dan juga menyediakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pencucian/laundry dll bagi para pengunjungnya. Supaya hotel tetap dapat menjaga dan meningkatkan jumlah pengunjungnya, maka diperlukan pengelolaan lingkungan dengan baik termasuk dalam pengolahan limbah.

Untuk itulah sudah selayaknya dan menjadi kewajiban agar pihak hotel membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL Hotel ) agar lingkungan sekitar hotel tetap bersih dan terbebas dari pencemaran lingkungan. IPAL juga menjadi syarat penting untuk mendirikan hotel pada saat ini, jadi jika tanpa IPAL maka hotel akan sulit mendapat perizinan.

ipal hotel

Proses pengolahan limbah cair perhotelan

Seluruh air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir, dan kotoran organik tersuspensi. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengontrol aliran, serta bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.

Setelah bak pengendapan, air selanjutnya dialirkan ke bak kontaktor anaerob dengan aliran dari bawah ke atas (up flow). Didalam kontaktor anaerob tersebut diisi dengan media honeycomb. Penguraian zat-zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik atau fakultatif aerobik. Setelah beberapa hari operasi, permukaan media honeycomb akan tumbuh lapisan film mikro organisme. Mikro organisme inilah yang akan menguraikan zat organik yang belum sempat terurai pada bak pengendap secara anaerob atau tanpa udara.

Air limpasan dari bak kontaktor anaerob dialirkan ke bak kontaktor aerob. Bak kontaktor atau Ipal biofilter aerob ini terdiri dari tangki aerasi dan biofilter aerob. Di dalam ruang biofilter aerob ini juga ini diisi dengan media bioball. Setelah air limbah di aerasi atau dihembus dengan udara dialirkan ke tangki atau bak biofilter aerob sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media.

Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikro-orgainisme yang tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta mempercepat proses nitrifikasi, sehingga efisiensi penghilangan ammonia menjadi lebih besar.

Selanjutnya, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke pipa khlorinasi. Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen.

Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya.

ipalipal-stp-instalasi-air-limbah-perkantoran-komunal-tinja-wc-dusun-rusun-pabrik-industri-domestik sewage-treatment-plant-biotech-enviro-biofil-biotank-wwtp-wtp-water-treatment-anaerob-aerob

sewage-treatment-plant-biotech-enviro-biofil-biotank-wwtp-wtp-water-treatment-anaerob-aerob-ipal-spal

IPAL Industri Makanan – Rumah Makan ( Restaurant ), Catering

ipal

Limbah cair dari industri makanan pada umumnya terdiri dari senyawa-senyawa organik yang relatif mudah terdegradasi oleh mikroorganisme. Senyawa organik tersebut harus dikurangi atau dihilangkan terlebih dahulu sebelum diterima oleh badan air (sungai, danau dan sebagainya). Hal ini disebabkan karena lingkungan penerima limbah cair organik ini pada umumnya sudah tidak mempunyai daya dukung yang memadai untuk menerima beban pencemaran tersebut.
Secara umum, kondisi bahan pencemar dapat digolongkan atau diklasifikasikan sebagai berikut :
– Senyawa-senyawa organik terlarut
Senyawa ini dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen terlarut di dalam badan air. Hal ini akan membahayakan kehidupan biota di perairan. Di samping itu dalam suasana anaerob akan menimbulkan bau yang tidak menyenangkan (bau busuk).
– Padatan tersuspensi
Bahan ini merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air. Bahan ini juga relatif mudah terdekomposisi sehingga menyebabkan berkurang atau habisnya oksigen terlarut di dalam air yang pada gilirannya akan mengganggu kehidupan hewan dan tumbuh-tumbuhan air.
– Warna dan kekeruhan
Warna dan kekeruhan ini akan menyebabkan masalah estetika
– Nitrogen dan fosfor
Adanya senyawa nitrogen dan fosfor di dalam limbah cair yang dibuang langsung ke dalam badan air, akan menimbulkan proses eutrofikasi dan pertumbuhan algae yang tidak terkontrol.
– Minyak
Pembuangan limbah cair yang mengandung minyak akan memperbesar kandungan bahan organik di dalam limbah cair tersebut.

ipalipal restoran

Pengolahan Primer
Beberapa proses pengolahan primer yang biasa digunakan untuk mengolah limbah cair adalah :
Equalisasi
Proses ini dimaksudkan untuk mengontrol karakteristik limbah cair agar supaya fluktuasi kualitasnya dapat dikurangi. Proses ini sangat diperlukan apabila limbah cair akan mengalami proses pengolahan berikutnya. Equalisasi dilakukan dalam suatu bak yang ukuran dan jenis baknya sangat bervariasi. Hal ini tergantung pada jumlah limbah cair yang diolah dan variabilitas aliran air limbah cair. Bak equalisasi yang digunakan harus dapat menampung keseluruhan jadwal proses dari suatu kegiatan produksi yang mungkin bervariasi dari segi debit limbah cair yang dihasilkan.
Bak equalisasi ini dappat pula dipakai sebagai tempat pengkondisian limbah cair sebelum mengalami proses pengolahan berikutnya. Secara sistematis, tujuan dilakukan proses di dalam bak equalisasi adalah sebagi berikut :
1. Untuk menjaga terjadinya umpan kejutan (shock loading) pada system proses biologi
2. Untuk mengontrol pH
3. Unntuk menjaga agar aliran limbah cair yang diolah pada siistem biologi dapat mengalir secara kontinyu, khususnya apabila keggiatan produksi sedang diberhentikan.
4. Untuk mencegah konsentrasi tinggi dari bahan-bahan toxic yang mungkin dihasilkan dari kegiatan produksi sebelum masuk ke sistem pengolahan biologi.
Bak equalisasi biasanya memerlukan mixer untuk menjamin homogenitas limbah cair. Tambahan pula, mixer ini juga membantu terjadinya proses transfer oksigen dari udara ke dalam limbah cair yang pada gilirannya akan mengurangi kadar BOD di dalam limbah.
Netralisasi
Beberapa limbah cair industri makanan bersifat asam atau alkali. Kondisi ini memerlukan langkah-langkah netralisasi sebelum limbah cair itu diijinkan untuk dibuangke badan air atau dimasukkan ke dalam sistem pengolahan berikutnya, baik secara biologi maupun kimia.
Sedimentasi
Proses pengendapan ini bertujuan untuk menghilangkan atau memisahkan padatan tersuspensi dari limbah cair.
Pemisah minyak ( grease trap )
Pemisahan minyak ini menggunakan sebuah tangki grease trap. Di dalam tangki ini, minyak akan bebas mengambang dipermukaan dan membentuk sebuah lapisan yang dapat diambil atau dipisahkan.

Pengolahan Sekunder
Pada umumnya proses pengolahan sekunder terdiri dari proses aerobik dan anaerobik, digunakan untuk mendegradasi senyawa-senyawa organik yang terlarut di dalam limbah cair. Proses pengolahan ini menggunakan mikrooganisme untuk mendegradasi bahan organik yang terkandung di dalam limbah cair. Mikroorganisme yang digunakan pada umumnya diambil dari sistem yang sudah berjalan, dan dapat diambil dari keluaran sistem maupun dari lumpur yang terjadi. Di dalam prakteknya, mikrooorganisme awal yang biasa disebut sebagai starter, terlebih dahulu harus dilakukan aklimatisasi untuk mengkondisikan kebiasaan hidupnya dengan lingkungan yang baru.

Proses Aerobik
Proses aerasi bertujuan untuk memindahkan oksigen, baik oksigen murni maupun udara, ke dalam proses pengolahan biologis. Aerasi dapat juga digunakan untuk ”mengusir” senyawa yang mudah dari sejumlah limbah cair. Aerasi merupakan proses perpindahan (transfer) massa antara gas (oksigen) dan cairan. Transfer oksigen ke dalam limbah cair dipengaruhi oleh variabel fisik dan kimia, antara lain :
– Temperature
– Pencampuran secara turbulen
– Kedalaman limbah cair
– Karakteristik limbah cair
Beberapa peralatan aerasi yang umum digunakan pada skala industri saat ini adalah unitair diffusion; yaitu sistem aerasi turbin dimana udara dilepaskan dari bawah baling-baling yang berputar dan dari unit aerasi permukaan dimana akan terjadi perpindahan oksigen yang memungkinkan terjadinya turbulensi yang tinggi dari permukaan limbah cair.

Proses Anaerobik
Dekomposisi bahan organik di dalam limbah cair akan menghasilkan gas metana dan karbondioksida. Proses dekomposisi ini berjalan tanpa adanya oksigen. Walaupun secara kinetika dan keseimbangan bahan sangat mirip dengan proses aerobik, tetapi beberapa syarat dasar perlu mendapatkan perhatian dalam merancang unit anaerobik ini.
Pada proses ini konversi dari asam-asam organik yang akan membentuk gas metana menghasilkan energi yang rendah. Akibat dari hal tersebut maka hasil pertumbuhan mikroorganisme dan kecepatan degradasinya juga rendah. Konversi bahan organik menjadi gas baik metana maupun karbondioksida dapat mencapai kisaran antara 80 – 90%. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi, diperlukan kenaikan temperatur. Tetapi hal ini perlu diperhitungkan dengan matang, mengingat bahwa kenaikan temperatur ini akan menambah biaya operasional dari penanganan limbah cair.
Keuntungan dari proses ini adalah dihasilkannya gas metana yang merupakan bahan bakar yang dapat digunakan sebagi sumber panas. Selain itu, keuntungan lain adalah bahwa proses ini mampu untuk mendegradasi bahan organik yang tinggi di dalam limbah cair. Kandungan bahan organik yang rendah tidak efisien untuk diolah secara anaerobik.

Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit

Air limbah yang berasal dari limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikro-organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya. Oleh karena potensi dampak air limbah rumah sakit terhadap kesehatan masyarakat sangat besar, maka setiap rumah sakit diharuskan mengolah air limbahnya sampai memenuhi persyaratan standar yang berlaku.

Dengan adanya peraturan yang mengharuskan bahwa setiap rumah sakit harus mengolah air limbah sampai standar yang diijinkan, maka kebutuhan akan teknologi pengolahan air limbah rumah sakit khususnya yang murah dan hasilnya baik perlu dikembangkan. Hal ini mengingat bahwa kendala yang paling banyak dijumpai yakni teknologi yang ada saat ini masih cukup mahal, sedangkan di lain pihak dana yang tersedia untuk membangun unit alat pengolah air limbah tersebut sangat terbatas sekali. Untuk rumah sakit dengan kapasitas yang besar umumnya dapat membangun unit alat pengolah air limbahnya sendiri karena mereka mempunyai dana yang cukup. Tetapi untuk rumah sakit tipe kecil sampai dengan tipe sedang umumnya sampai saat ini masih membuang air limbahnya ke saluran umum tanpa pengolahan sama sekali.

Maka dari itu kami PT. Surya Utama Fibertek berinovasi dengan mengembangkan produk IPAL Biofilter dengan biaya yang murah dan hasil yang baik. Dibuat secara sistematis dan perencanaan yang terstruktur dengan kombinasi biofilter anaerob dan biofilter aerob.

ipalipal rumah sakitBrosur IPAL Rumah Sakitipal rumah sakitipal rumah sakitipal

Proses Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Biofilter Anaerob-Aerob :
Proses pengolahan air limbah dengan biofilter anaerob-aerob ini merupakan pengembangan dari proses proses biofilter anaerob dengan proses aerasi kontak Pengolahan air limbah dengan proses biofilter anaerob-aerob terdiri dari beberapa bagian yakni bak pengendap awal, biofilter anaerob (anoxic), biofilter aerob, bak pengendap akhir, dan dilengkapi dengan pipa tabung disinfectan.

Air limbah dialirkan melalui saringan fiber (bar screen) untuk menyaring limbah yang masih berbentuk padat. Setelah melalui screen air limbah dialirkan ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran lainnya. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungasi sebagai bak pengontrol aliran, serta bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.

Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke bak kontaktor anaerob dengan arah aliran dari atas dan bawah ke atas. Di dalam bak kontaktor anaerob tersebut diisi dengan media bioball. Jumlah bak kontaktor anaerob ini bisa dibuat lebih dari satu sesuai dengan kualitas dan jumlah air baku yang akan diolah.

Penguraian zat-zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik atau fakultatif aerobik Setelah beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film mikro-organisme. Mikro-organisme inilah yang akan menguraikan zat organik yang belum sempat terurai pada bak pengendap.

Air limpasan dari bak kontaktor (biofilter) anaerob dialirkan ke bak kontaktor (biofilter) aerob. Di dalam bak kontaktor aerob ini diisi dengan media honeycomb, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media.

Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikro-orgainisme yang tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta mempercepat proses nitrifikasi, sehingga efisiensi penghilangan ammonia menjadi lebih besar. Proses ini sering di namakan Aerasi Kontak (Contact Aeration).

Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke bak khlorinasi. Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen.

Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD, COD), juga dapat menurunkan konsentrasi ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya.

Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya. Skema proses pengolahan air limbah rumah tangga dengan sistem biofilter anaerob-aerob. IPAL Rumah Sakit sangat penting untuk menjaga lingkungan sekitar tetap bersih.

IPAL – Instalasi Pengolahan Air Limbah Anaerob-Aerob

ipal

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah alat-alat atau sarana yang dirangkai membentuk sebuah sistem yang berperan untuk mengolah limbah khususnya limbah cair.

Kami PT.Surya Utama Fibertek merupakan perusahaan yang telah berpengalaman dan memiliki sertifikasi pada bidang pengolahan air limbah dengan sistem yang sudah teruji dengan hasil olahan yang sudah berstandar baku mutu dan sesuai KEPMEN-LH.

Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) BioRich adalah proses  pengolahan limbah yang terstruktur secara sistematis dengan menggunakan metode kombinasi biofilter anaerob-aerob. Pengolahan air limbah dengan proses biofilter anaerob-aerob terdiri dari beberapa bagian yakni bak pengendapan awal, biofilter anaerob (anoxic), biofilter aerob, pengendapan akhir serta khlorinasi ( disinfectan ).

Komponen IPAL BioRich terdiri dari unit pemisah limbah padat, unit aerasi, unit penguraian biologis dan unit ultra filtrasi yang bekerja menjadi sebuah sistem IPAL yang mengolah limbah dengan efektif dan efisien.

IPAL Medis

( Limbah Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Rumah Bersalin, Laboratorium, Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat lainnya).

ipal
ipal
ipal puskesmas
ipal rumah sakit ibu anak
ipal rumah sakit
ipal
ipal

IPAL Rumah Sakit berfungsi untuk memproses limbah cair rumah sakit, Puskesmas, Klinik secara fisik dan biologis, sehingga kandungan limbah cair yang terdiri dari bahan-bahan organik dapat diuraikan dan direduksi. Setelah melalui psoes pengolahan limbah cair dalam unit pengolahan limbah dapat memenuhi baku mutu dan layak buang sesui dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. IPAL Sederhana ini merupakan solusi yang murah dan tepat.

Dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang pengolahan limbah serta riset yang terus kami lakukan, kami mengembangkan teknologi pengolahan air limbah rumah sakit atau layanan kesehatan skala kecil yang murah, sederhana serta perawatannya mudah. Kami menerapkan teknologi biofilter dengan memanfaatkan sistem kombinasi anaerob-aerob yang telah terbukti lebih hemat biaya dan mampu mengolah limbah secara efektif. Dengan biaya yang murah sangat cocok untuk diterapkan untuk IPAL Puskesmas dan IPAL Klinik Rawat Inap.

IPAL Domestik

instalasi pengolahan limbah biofilter
STP Septic tank

( Limbah Rumah Tangga, Komunal, Limbah Restoran, Rumah Toko, Rumah Kantor, Apartemen, Hotel, Gedung Kantor, Gedung Pemerintah, Gedung Mall atau Pusat Perbelanjaan, Limbah Gedung Lainnya yang banyak aktifitas orang ).

Untuk rumah tangga yang kecil tersedia juga IPAL Portable sederhana yang tidak membutuhkan listrik serta sangat mudah sekali dalam pemasangannya.

Pencemaran air sungai di Indonesia sekarang ini telah berada di tingkat yang kritis dan serius. Berdasarkan laporan yang telah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di tahun 2015 sebanyak 67,94 persen atau mayoritas air sungai di Indonesia dalam status tercemar berat.

Sampai saat ini masyarakat kebanyakan masih salah mengira bahwa limbah industri merupakan sumber utama pencemaran sungai, padahal tidak demikian. “Berdasarkan identifikasi yang kami lakukan, sumber utama pencemar air sungai di Indonesia sebagian besar berasal dari limbah domestik atau rumah tangga,” ungkap Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, M.R. Karliansyah atau Karli dalam diskusi interaktif Pekan Lingkungan Hidup 2016 di Jakarta Convention Center, awal Juni lalu. Limbah domestik itu di antaranya tinja, bekas air cucian dapur dan kamar mandi, termasuk sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai.

IPAL Limbah Industri ( Minyak, Minuman, Makanan )

Industri juga salah satu penghasil limbah yang cukup banyak, seperti industri makanan seperti tahu tempe dengan air limbah yang terkandung seperti sisa kacang kedelai. Limbah bekasi cucian daging ayam, ikan, daging sapi atau sisa cucian sayur pada pasar.

ipal
ipal minyak
Type Diameter Panjang Tinggi Qty Tank Volume
mm mm mm Unit
IBRL – 03 1600 1600 1700 1 3
IBRL – 04 1350 2800 1600 1 4
IBRL – 05 1350 3500 1600 1 5
IBRL – 06 1500 3500 1750 1 6
IBRL – 07 1500 4000 1750 1 7
IBRL – 08 1500 4600 1750 1 8
IBRL – 09 1500 5200 1750 1 9
IBRL – 10 1750 4200 2000 1 10
IBRL – 12 1750 5000 2000 1 12
IBRL – 15 1750 6300 2000 1 15
IBRL – 17 2000 5500 2250 1 17
IBRL – 20 2000 6500 2250 1 20
IBRL – 25 2250 6500 2500 1 25
IBRL – 30 2500 6200 2750 1 30
IBRL – 35 2500 7200 2750 1 35
IBRL – 40 2500 8300 2750 1 40
IBRL – 50 2250 13000 2500 2 50
IBRL – 60 2500 12400 2750 2 60
IBRL – 70 2500 14400 2750 2 70
IBRL – 80 2500 16600 2750 2 80
IBRL – 90 2500 18600 2750 3 90
IBRL – 100 2500 20400 2750 3 100
Volume 100 – 1000 m³ Hubungi Marketing

Keunggulan IPAL BioRich

  1. Penggunaan daya listrik yang kecil.
  2. Mudah untuk penggunaan dan perawatan mesin.
  3. Tangguh dan handal untuk pengoperasian terus menerus dengan hasil yang maksimal.
  4. Material IPAL dibuat dari bahan yang anti karat dan tahan cuaca.
ipal effluent

Harga IPAL Puskesmas , Domestik, Rumah Sakit, Klinik Industri.

Untuk harga ipal klinik , puskesmas dll tergantung pada spesifikasi ipal yang dibutuhkan. Misalnya berapa banyak debit air limbah per hari yang akan diolah dalam unit pengolahan. Selain itu harga juga tergantung kesulitan dalam pemasangannya. Akan lebih baik jika anda memiliki konsultan ipal atau bisa konsultasi dengan tim kami terlebih dahulu agar kami bisa memberikan pilihan ipal yang tepat bagi anda.

Untuk Informasi Harga Serta Diskusi Tentang Produk, Silahkan Hubungi Kami :

Samuel
082227765888